7 Rules of Life

Life is wonderful, why don’t we try to enjoy our life. Below are 7 golden rules of life:

1. Make peace with your past so it won’t screw up the present.

2. What others think of you is none of your business.

3. Time heats almost everything, give it time.

4. Don’t compare your life to others and don’t judge them. You have no idea what their journey is all about.

5. Stop thinking to much, it’s alright not to know the answers. They will come to you when you least expect it.

6. No one is  in charge of your happiness, except you.

7. Smile. You don’t own all the problems in the world!

7 rules of life

 

I am Back

It has been quite a long time I don’t write on this blog. So many things happened, I am not in Pontianak anymore. I have been in Jakarta since March 16, 2012.

It’s a great journey. Life become more difficult for me, but life must go on. I begin everything from the beginning here. My plan to cooperate with Steven Cai seem to be failed. I think I can’t cooperate with such a religious person like him. In business, we must be professional, we must know what’s religious life and what’s business life. He always want to take his religious life to his Alvaro Learning Centre, and I just can’t accept that. And one more things I don’t like from him, he is just too slow on everything. I have already wasted 7 months with Steven Cai, and I think it’s time for me to make a decision now. I decide to quit and build my own Learning Centre now.

I have already decided to begin my new life here in Jakarta. After I decided not to cooperate with Steven Cai, now I am working hard at my own Mandarin Project. I am rebuilding the study system on my Mandarin Centre, I am composing a new mandarin curriculum for school now. I hope someday, every school in Indonesia will use my many mandarin curriculum books, and that will help me to make my fortune. I am also working hard on building a mandarin franchise system for my Mandarin Centre. I hope everything will be smooth for me.

 

Falsafah Hidup Manusia II

Suatu hari ketika ibu sedang memasak di dapur, ayah datang membantu. “Pelan-pelan bu! Awas apinya terlalu besar! Cepatan dibalik gorengan ikannya, ntar bisa gosong ikannya! Minyaknya terlalu banyak, kurangi sedikit!” Ibu bukanya merasa terbantu, malah merasa terganggu. Tapi ayah masih tetap saja berkata : “garamnya jangan terlalu banyak!” bla…bla… Akhirnya emosi ibu tak tertahankan lagi, lalu berkata pada ayah: “Please kamu tenang dikit, aku tahu cara memasak sayur! Aku sudah sering memasak sejak kita menikah dulu!” Lalu ayah dengan tenang menjawab ibu: “Saya tahu kamu bisa memasak dengan baik, aku hanya ingin kamu tahu ketika saya sedang mengendarai mobil, tolong jangan suka berteriak hati2, lihat jalan, ada motor di samping, bla…bla… Apa yang kamu rasakan, demikian juga apa yang aku rasakan ketika aku sedang mengemudi mobil.”

Falsafah Hidup: terkadang kita harus menempatkan diri pada posisi orang lain supaya kita bisa mengerti apa yang dirasakan oleh mereka! Jangan pernah menghakimi mereka, karena sesungguhnya kita tidak tahu apa yang mereka rasakan.

Sebatang besi memukul-mukul gembok dengan sepenuh tenaga, tapi tetap saja belum bisa membuka gembok tersebut. Tiba-tiba datang anak kunci, dengan santainya anak kunci tersebut masuk ke lubang kunci, lalu “tek” dan terbukalah kunci tersebut.

Sang besi dengan heran bertanya pada anak kunci: “saya telah berusaha sekuat tenaga untuk membuka gembok tersebut, tapi tetap saja saya tidak bisa membukanya. Kenapa kamu bisa dengan entengnya, tanpa mengeluarkan tenaga sudah bisa membuka gembok tersebut?”

“Karena hanya saya yang paling mengerti si gembok.” Jawab anak kunci.

Falsafah Hidup: Hati manusia bagaikan sebuah gembok, hanya dengan perhatian yang tuluslah baru kita bisa membukanya. Dengan demikian baru kita bisa mengerti perasaan orang lain.

Sewaktu mandi, Budi tanpa sengaja menelan sabun. Ibunya lalu dengan gelisahnya menelepon dokter keluarga untuk membantu. Dokter berkata: “Saya masih ada beberapa pasien lainnya, paling cepat setengah jam lagi baru saya bisa berangkat ke rumah Anda untuk membantu.”

Ibunda Budi lalu dengan cemasnya bertanya pada dokter: “Lalu apa yang harus saya lakukan selama setengah jam ini?” “Berikan Budi segelas air, suruh dia minum lalu lompat-lompat, ajak dia bermain tiup gelumbung yang keluar dari mulutnya sambil menunggu.”

Falsafah Hidup: Terkadang kita harus selalu tenang dalam menghadapi segala masalah yang telah terjadi. Kegelisahan dan kecemasan tidak akan menyelesaikan masalah. Berpikirlah dengan tenang, maka akan selalu ada jalan keluarnya.

Suatu hari Boby menyetir di daerah pegunungan sambil menikmati pemandangan yang indah. Tiba-tiba dari depannya ada sebuah truk melintas. Supir truk berteriak pada Budi: “Babi!”

Budi merasa sangat marah sekali, lalu sambil menoleh kepala ke belakang dia berteriak: “kamu yang babi!” Pada saat itu tiba-tiba Budi menabrak sekawanan babi yang melintasi jalan.

Falsafah Hidup: Jangan cepat salah menafsir niat baik orang, karena demikian hanya akan membuat hati ini merasa tidak enak, demikian juga pada saat bersamaan membuat orang lain tersinggung. Pada akhirnya yang rugi malah diri sendiri.

Falsafah Hidup Manusia

Suatu hari aku dan ayah berjalan melewati depan hotel bintang lima, mereka beruda melihat sebuah mobil mewah impor. Aku berkata pada ayah: “Orang yang naik mobil seperti ini pasti bukan orang yang terpelajar, terlalu memboroskan uang hanya untuk membeli mobil seperti ini.” Ayah terdiam sebentar, kemudian dengan bijaknya ayah berkata pada saya: “orang yang berkata seperti demikian pasti bukan orang yang punya duit.”

(Falsafah Hidup: Sesungguhnya apa pandangan kita terhadap hal-hal yang terjadi disekitar kita itu mencerminkan apa isi hati kita.)

Setelah makan malam, ibu dan kakak mencuci piring bersama di dapur, sementara itu ayah, aku dan adik menonton TV di ruang tamu. Tiba-tiba terdengar suara piring pecah. Hening sejenak. Adik lalu memandang ayah dan berkata: “Pasti mama yang memecahkan piring!” “Bagaimana kamu tahu kalau mama yang memecahkan piring?” tanya ayah. “Mama tidak marah-marah seperti biasanya.” jawab adik.

(Falsafah Hidup: Seperti kata peribahasa “Semut di seberang lautan masih terlihat jelas; gajah di depan mata malah tak terlihat jelas.” Demikian juga dengan kita, seringkali kita menentukan standard yang terlalu tinggi untuk orang lain, tapi terhadap diri sendiri kita selalu bersikap lembek. Dalam kasus di atas, seperti mama yang mungkin selalu marah-marah pada anaknya jika mereka berbuat salah, tapi ketika dirinya sendiri yang berbuat salah, diam-diam aja, seolah tidak terjadi apa-apa.)

Ada dua orang wisatawan Taiwan yang berlibur Semenanjung Izu, Jepang. Kondisi jalan di Semenanjung Izu sangat buruk, berlobang di sana sini.

Wisatawan yang pertama mendapati pemandu wisata terus menerus minta maaf pada para wisatawan atas kondisi jalan yang demikian buruk. Dia merasa sangat tidak puas dengan perjalanannya ke Semenanjung Izu.

Sementara itu wisatawan yang satunya lagi malah sangat menikmati perjalanannya ke Semenanjung Izu. Hal ini dikarenakan ketika melewati jalan yang rusak tersebut, sang pemandu wisata berkata pada para wisatawan: “tuan-tuan, nyonya-nyonya sekalian, jalan yang kita tempuh sekarang adalah Lesung Izu yang terkenal itu. Mari kita sama-sama menikmati perjalanan ini.”

(Falsafah Hidup: Meskipun dalam situasai yang sama, tetapi sering kali orang-orang memiliki sikap yang berbeda dalam menghadapinya. Bagaimana cara kita berpikir adalah sesuatu yang sangat luar biasa, jika kita memikirkan yang buruk, maka kita pun akan mengalami kondisi yang buruk, demikian juga kita kita bisa berpikiran positif, akan selalu ada solusi untuk setiap masalah yang kita hadapi. So, mari kita semua berpikiran positif!)

Ada dua orang anak yang bersekolah di sekolah yang berbeda. Mereka sama-sama bercita-cita ingin menjadi badut pelawak. Suatu hari di sekolah ketika pelajaran Bahasa Indonesia, guru bertanya tentang cita-cita mereka.

Ketika anak pertama yang bersekoah di sekolah A mengatakan bahwa dia ingin menjadi seorang badut pelawak, gurunya berkata: “Anak yang sungguh tidak punya ambisi dan cita-cita yang bagus. Bagaimana mungkin kamu bisa sukses dalam hidup jika cita-cita kamu hanya menjadi seorang badut? Lebih baik ga usah sekolah saja.”

Sementara itu anak yang satunya lagi di sekolah yang lain ketika mengatakan bahwa dia ingin menjadi seorang badut pelawak, gurunya berkata: “ Cita-cita yang bagus! Jadilah seorang pelawak yang sukses, dan bawalah tawa kebahagiaan kepada semua orang di dunia.”

(Falsafah Hidup: Sebagai orang tua, sudah seharusnya kita mendukung cita-cita anak kita, buat mereka menjadi semangat dan dukung mereka mencapai kesuksesan hidup mereka, bukan sebaliknya membuat mereka menjadi down.)

Tulisan ini juga saya Post di Kompasiana.com: http://filsafat.kompasiana.com/2011/07/13/falsafah-hidup-manusia/

Weekend!

image

Life comes and goes! Friends too, come and go from our life! Yesterday, I spent my time watching together with some of my friends, actually they are my students, but I always regard my students as my friends! One of them is going to leave for Jakarta on Monday, so we went to watching together. It was really a lovely moment!

What a time I have passed! So many things to do from day to day! Sometimes I really feel so tired! I am tired of life, tired of everything comes to my life!

I work every day, even I still teach Mandarin on Sunday! Sometimes I really enjoy what I do for life! I love my students, I love teaching Mandarin! But sometimes I do feel that I need a holiday! I want to have a holiday, going far away from Pontianak. I want to try my luck in Jakarta. But of course, I must manage my Pontianak Mandarin Centre well first before I leave for Jakarta.

It’s weekend again now! Time passes so quickly. I think I am going to spend my time watching tonight. I bought some DVD sometimes ago, but still I haven’t watched them. I am too busy. Hope tonight will be a lovely moment for me! Watching has always my favorite! It’s the only entertainment for me here! In such a small town like Pontianak, you have nowhere to go.

Hope I will have a great weekend today!

Decisions of Life

DecisionSo many things come and go from our life! We could never know what will happen to our life next! Sometimes there’s a fight inside my heart! I don’t even know what the best to choose for my life is! But all what I know, I must do the best decision for my future!

It never occurred to my mind to come to Borneo Island, to west Kalimantan. When I first came to Kalimantan on July 2005, it was for a zircon mining project. I got so much money from the project. Time passed, I was bankrupt due to the world economic recessions on year 2008. I lost everything; I lost all my money, my girl friend passed away for Lupus, then followed by my father who passed away 3 months later. Soon the world seemed to be dark to me. I lost my spirit.

Year 2009, I decided to build Mandarin Centre in Pontianak. And now, the Mandarin Centre has become one of the most favorite mandarin study centres in Pontianak. But now, I feel that I lost my passion. I want to go all over the world. I want to travel all over the world. Pontianak is not the best place for me; Pontianak is too small for me. There’s no more challenge for me here, it’s too easy for me to be no. 1 here. These days, I have been thinking about leaving Pontianak, and go back to Jakarta and build my Mandarin Centre there. I think there will be more challenge for me in Jakarta. But I don’t know whether this is the best choice or not. I have been working hard on my Pontianak Mandarin Centre, I give too much time during this two years. Is the best choice for my life?

Kungfu Panda II

Kungfu Panda II

Both Kungfu Panda I and Kungfu Panda II are the best animation film I ever watched! I watched Kungfu Panda II yesterday! A film with full of inspiration. I like the way Po found the peace inside his heart.

In Kungfu Panda II, Po is now living his dream a The Dragon Warrior, protecting the Valley of Peace alongside his friends and fellow kungfu masters, The Furious Five. But Po's new life of awesomeness is threatened by the emergence of a formidable villain, who plans to use a secret, unstoppable weapon to conquer China and destroy kungfu. He must look to his past and uncover the secrets of his mysterious origins; only then will Po be able to unlock the strength he needs to succeed.

Master Shifu told Po to find the peace inside his heart, and it will need a long time, and through a very difficult period of exercise. But instead of doing his Master Shifu way, Po find the peace inside his heart while he was searching of who his parents was. When he got to know that the Peacock burnt his village, and kill all the Pandas of his village, he calmed down and found the peace inside his heart.

When we could forgive all our enemy, no more hate inside our heart, then the true peace of heart will come to ourself!

Life is journey! Everyone has a different journey and different way to find the peace inside his/her heart.

Sometimes, we need time to be alone, to be ourself.

I always use my weekend for instropection of myself, it’s about spiritual, not about religion! So take the time for yourself, because life is too short for something useless!